Showing posts with label australia. Show all posts
Showing posts with label australia. Show all posts

Kisah Para Pemerah Racun

Friday, November 4, 2011

Anak-anak sering memimpikan pekerjaan yang berbahaya ketika dewasa, seperti ahli kembang api atau pemburu buronan. Tapi kemudian ketika dewasa mereka memilih pekerjaan yang cenderung minim risiko bahkan membosankan.


John Weigel dan Liz Vella tetap memilih jalur berbahaya itu. Mereka bekerja di Australian Reptile Park -- sebuah suaka alam liar milik perseorangan yang berjarak sekitar satu jam dari Sydney.

Bagian dari tugas mereka sebagai spesialis ular dan laba-laba adalah memerah racun dari laba-laba pemintal jaring serta banyak lagi spesies khas Australia lainnya. Australia memang memiliki reputasi sebagai 'rumah' bagi banyak hewan melata dan merayap yang menakutkan di dunia.

Kenapa seseorang mau memerah racun? Untuk merawat pasien yang tergigit oleh hewan-hewan ini.

Si Pawang Ular


Meski pernah digigit ular, tapi John Weigel belum pernah digigit oleh 40 ribu ular berbisa yang ia tangani setiap hari.

"Apakah saya pernah digigit ular? Tentu saja -- ribuan kali," kata direktur taman John Weigel. "Kami tengah membangun area penangkaran khusus ular piton dan saya kena gigit setiap hari."

"Tapi ular-ular itu tidak berbisa," kata Wiegel. "Yang menarik, saya adalah pemegang rekor dunia untuk 'memerah' jumlah bisa ular terbanyak tanpa kena gigit -- sepertinya sekitar 40 ribu ular."

Setelah pindah dari Amerika Serikat ke Australia pad
a 1980an, Weigel membantu memodernisasi program penawar bisa di Australia. Kini dia memiliki unit produksi penawar bisa ular terbesar di dunia. Dia membantu menyelamatkan orang-orang yang tergigit oleh ular cokelat, ular harimau, taipan dan death adder (acanthophis).

"Sangat jarang terjadi ular menggigit korban di Sydney," kata Weigel. "Kadang-kadang ada orang yang terkena gigitan di kawasan suburb di barat, tapi sebagian besar korban dibawa dari kawasan rural ke rumah sakit-rumah sakit di kota besar."

"Penawar bisa yang kami buat digunakan untuk merawat 200
korban gigitan ular per tahun," ujar Weigel.

"Jadi tergantung bagaimana Anda melihatnya, artinya ada 200 nyawa yang selamat karena kami bekerja setiap hari."

Gadis Laba-laba

Liz Vella menyedot racun laba-laba di depan kerumunan yang mengambil jarak aman.

Dalam seminggu, Liz Vella menghisap racun dari sekitar 3-300 laba-laba pemintal jaring khas Sydney. Ini adalah jenis laba-laba yang racunnya paling berbahaya di dunia.

Laba-laba ini tampak mengerikan dengan warna hitam yang mengkilap, berbulu serta taring-taring panjang. Mereka muncul dari lubang-lubang di taman pada malam hari untuk berkembang biak.

Saat matahari terbit, mereka akan bersembunyi di mana pun. Jika kebetulan berada di dalam rumah, mereka bisa bersembunyi di bawah tumpukan cucian baju, koran-koran lama atau sepatu yang hangat.

"Laba-laba bukan mahluk agresif," kata Vella. Di taman satwa ini, ia dijuluki 'Kurator Laba-laba'. "Sebagian besar orang yang tergigit biasanya secara tak sengaja menakut-nakuti mereka."

"Bayangkan saja, Anda mengira tengah bersembunyi di gua tapi tiba-tiba muncul kaki raksasa yang siap menginjak. Anda pasti akan takut juga kan?" tambah Vella.

Sampai muncul penawar racun laba-laba pada 1980an, kebanyakan korban gigitan laba-laba ini akan tewas. Tapi, untungnya, tak ada lagi korban gigitan laba-laba karena Vella dan timnya yang setiap hari mengadakan acara pemerahan racun di Australian Reptile Park.


"Pekerjaan ini memiliki elemen bahaya," kata Vella. "Tapi saya tak pernah digigit dan saya harap tidak akan pernah."

Menuju ke sana


Untuk pergi ke Australian Reptile Park dengan mobil, ikuti saja Sydney-Newcastle Freeway ke utara, keluar di Gosford dan ikuti petunjuk jalan. Untuk bus jemputan dari hotel-hotel Sydney, hubungi AAT Kings di +61 (0)2 9700 0133.

Australian Reptile Park buka dari jam 9 pagi sampai 5 sore, setiap hari kecuali Natal. Cek situs mereka untuk jadwal pemerahan racun laba-laba, pertunjukan reptil dan banyak acara lainnya.

Harga tiket: Dewasa $24,5, rombongan $17, anak-anak di bawah 15 tahun $12, tiket keluarga untuk dua orang dewasa dan dua anak $64.

Fasilitas termasuk Hard Croc Cafe, sarapan dan makan siang barbecua, toko suvenir dan taman main anak-anak.

Taman ini tur berpemandu dan seminar-seminar keselamatan yang membolehkan para pengunjung mendekat dengan ular, laba-laba dan banyak hewan khas Australia lainnya.

The Australian Reptile Park, Pacific Highway, Somersby, +61 (0)2 4340 1022, http://www.reptilepark.com.au/

Mengalami Empat Musim di Great Ocean Road

Tuesday, October 18, 2011

Oleh Olenka Priyadarsani

Great Ocean Road mungkin adalah jalan paling istimewa di negara bagian Victoria, Australia. Jajaran karang setinggi 45 m bernama Twelve Apostles berdiri di lepas pantai Taman Nasional Port Campbell dan sering menjadi titik perhentian terakhir dari perjalanan melintasi Great Ocean Road yang menghubungkan antara Torquay dan Warnambool sepanjang 243 km.

Bagi saya, hal yang paling menarik dari Great Ocean Road adalah bagaimana saya merasa seperti mengalami empat musim dalam satu kali perjalanan. Cuaca Victoria yang suka berubah-ubah seenaknya makin menambah kesan saya.

http://a323.yahoofs.com/ymg/inspirationsid__3/inspirationsid-535706597-1306753765.jpg?yml7QGFDu1jaQ1BR
Batu-batu yang disebut 12 Apostles di Great Ocean Road, Australia. Foto: Olenka Priyadarsani

Bersama seorang teman, saya berangkat pagi-pagi menggunakan mobil. Dari pusat kota Melbourne, tempat saya tinggal saat itu, kami menuju ke arah Geelong di tenggara. Dari Geelong, kami menuju ke Torquay, sebuah kota kecil yang secara resmi menjadi awal dari Great Ocean Road. Selain mulus, jalan ini juga menawarkan pemandangan yang luar biasa indah.

Di Torquay, kami menikmati indahnya pantai biru, yang merupakan pemandangan jamak ketika melintasi jalan ini. Jalan pinggir pantai antara Torquay, Lorne hingga Apollo Bay menyajikan keindahan luar biasa. Apollo Bay merupakan sebuah kota kecil yang terletak di sebuah teluk. Tempat ini kini menjadi salah satu tujuan wisata, walau mungkin masih kalah dengan kota tetangganya, Lorne.

Di Apollo Bay, kami berhenti sejenak untuk melepas lelah dan menikmati santap siang. Saat itu adalah bulan Februari, masih musim panas di Australia. Matahari bersinar terik dan saya melihat banyak orang berselancar. Ada juga jajaran toko yang menjual peralatan selancar serta menyediakan kursus.

Perjalanan dilanjutkan, dan kali ini jalanan tidak melintasi pinggir pantai. Justru bagian ini yang membuat saya sangat terkesan. Teriknya matahari hilang digantikan oleh mendung yang menggelayut, saat itu kami tengah melewati hutan hujan dengan berbagai macam tumbuhannya. Langit tertutup rimbunnya dedaunan dari pohon-pohon besar di sisi kanan dan kiri jalan.

Bila Anda ingin lebih banyak mengeksplorasi alam di Australia, di Cape Otways, tidak jauh dari Apollo Bay Anda dapat bergabung untuk melakukan bushwalking — berjalan melintas hutan.

Hujan lebat mengguyur sehingga kami harus menghentikan mobil sejenak di pinggir hutan. Cuaca yang tadinya panas disiram air hujan, menggugurkan dedaunan pohon. Seperti musim gugur yang datang terlalu cepat.

http://a323.yahoofs.com/ymg/inspirationsid__3/inspirationsid-676328225-1306753765.jpg?yml7QGFD0oonjCFy
Aktivitas bushwalking di sepanjang Great Ocean Road, Australia. Foto: Olenka Priyadarsani

Karena guyuran hujan hanya sebentar, ketika kami melintasi padang-padang rumput, tinggal titik gerimis yang menyapa. Bau tanah basah dan rerumputan menciptakan suasana yang mirip dengan musim semi. Kami berhenti sebentar untuk melihat sapi-sapi yang dibiarkan begitu saja di padang rumput yang luas. Pemandangan ini tentu sulit didapati di Indonesia yang sebagian besar hewan ternaknya dibiarkan di dalam kandang dan hanya digembalakan sesekali saja.

Setelah melalui Princetown, kami kembali menyusuri pantai hingga tiba di tujuan utama, yaitu Twelve Apostles di Taman Nasional Port Campbell.

Twelve Apostles


Karang tinggi yang terbuat dari batu kapur berjajar membentuk formasi yang luar biasa indah. Walaupun disebut Twelve Apostles – atau 12 rasul – sebenarnya jumlah karang yang masih berdiri saat ini hanya delapan. Twelve Apostles merupakan pemandangan alam di Australia yang paling sering difoto. Karang-karang ini terbentuk dari erosi hantaman ombak samudera. Awalnya karang besar tergerus sedikit-sedikit membentuk gua dan tebing yang lama-kelamaan terkikis hingga membentuk pilar-pilar kapur yang sangat tinggi hingga mencapai 45 m.

Akibat hantaman air laut yang keras, beberapa pilar runtuh. Namun akibat erosi yang kuat, ada kemungkinan tebing-tebing yang menghadap ke samudera akan membentuk pilar-pilar baru di masa datang.

Waktu yang terbaik melintasi Great Ocean Road


Musim semi pada bulan Agustus-Oktober mungkin merupakan saat yang paling tepat untuk berkunjung ke Australia di bagian selatan, termasuk melintasi Great Ocean Road. Iklim di sini adalah subtropis. Pada musim dingin, walau suhu relatif tidak terlalu dingin (hanya mencapai sekitar 4 derajat Celcius), angin dari arah kutub akan merasuk hingga ke tulang.

Sementara itu pada musim panas di Victoria, suhu dapat mencapai lebih dari 40 derajat Celcius di siang hari. Anda mungkin akan merasa tidak nyaman dengan suhu yang terlalu tinggi. Di musim semi, selain suhu udara yang sesuai, panorama sekitar akan lebih indah. Anda akan dapat melihat rumput-rumput yang mulai menghijau di perjalanan.

Jarak tempuh antara Melbourne hingga Twelve Apostles yang sering menjadi perhentian terakhir cukup lama, hingga mencapai 5 jam perjalanan. Ada baiknya Anda menginap paling tidak semalam demi kenyamanan menikmati panorama Victoria di Australia. Mari berlibur ke Negeri Kanguru!


source : yahoo.com

Perth

Thursday, October 13, 2011

Kota Perth yang indah adalah tempat wisata menyenangkan bagi para turis modern. Menggairahkan dan penuh warna, Kota Cahaya ini terletak di Swan River, ramai dengan berbagai kegiatan dan atraksi untuk beragam selera. Lingkungan di Perth cocok untuk bersantai, ramah dan terbuka - berikut ada beberapa pilihan dari kota ramah ini, menambah keinginan Anda berperjalanan.

http://a323.yahoofs.com/ymg/inspirationsid__1/inspirationsid-854615529-1284428352.jpg?ymAZGxDD1nuXfRPp

Photo credits - Looking Glass

Kebun Anggur Swan Valley

Fakta ini mungkin mengejutkan, terutama bagi orang Prancis yang sangat bangga akan anggur mereka - Australia sekarang adalah eksportir anggur terbesar ke Inggris dan eksportir ke dua terbesar ke Amerika. Beberapa tahun lalu, anggur dari Australia hanya akan ditertawakan oleh para connoiseur, tetapi sekarang tidak lagi. Di Perth, wistawan dapat mengunjungi berbagai jenis perkebunan yang menghasilkan anggur terbaik dan Swan Valley salah satunya.

Pengunjung dapat menikmati jalan-jalan santai di sepanjang deretan kebun-kebun anggur dan tinggal di salah satu penginapan dan akomodasi yang ditawarkan. Tentu saja, Anda juga dapat menikmati mencicipi anggur berkualitas baik dengan harga sangat terjangkau. Jika Anda memiliki waktu dan anggaran, pastikan untuk melakukan perjalanan romantis menyusuri Sungai Swan untuk menikmati pemandangan keseluruhan lembah itu.

http://a323.yahoofs.com/ymg/inspirationsid__1/inspirationsid-3223799-1284428351.jpg?ymAZGxDD4hz2N_vo

Photo credits - JoshBerglund19

Taman Satwa Caversham

Kanguru adalah pemandangan umum di Perth. Bahkan, banyak orang pasti akan punya cerita tentang bagaimana mereka melihat hewan lucu ini menyeberang jalan, atau bahkan secara tidak sengaja menabraknya. Bagi wisatawan, mengunjungi Taman Satwa Caversham adalah cara terbaik untuk melihat ikon nasional Australia serta binatang khas Australia lainnya seperti, seperti koala, Tasmanian devil, dingo dan burung hantu.

Salah satu yang harus dilakukan di sini adalah menyentuh wombat dan mungkin menggendongnya! Anak-anak pasti akan senang menaiki unta dan mencoba memerah susu sapi.

Caversham Wildlife Park adalah tempat bernaungnya 2000 binatang, sebuah liburan menyenangkan bagi keluarga yang ingin menikmati alam dan satwa liar.


http://a323.yahoofs.com/ymg/inspirationsid__1/inspirationsid-419923750-1284428352.jpg?ymAZGxDDzqnL4Wsi

Photo credits - john_worsley_uk

Fremantle Harbor

Pelabuhan Fremantle selalu sibuk dan penuh sesak - dengan perahu dan kapal pesiar yang berlabuh di dermaga, dan di darat, tempat penduduk setempat dan turis bersama-sama menikmati berbagai makanan dan hal menyenangkan lainnya. Area ini memiliki sejumlah restoran yang menyajikan berbagai jenis makanan laut pembangkit selera makan dan pengisi perut.

Tidak jauh dari pelabuhan, ada ruang terbuka yang sering digunakan untuk mengadakan berbagai festival! Siapa tahu, ketika Anda di sana, tepat saat sebuah festival berlangsung. Nikmatilah angin laut dan pemandangan kota Perth di sore hari.

http://a323.yahoofs.com/ymg/inspirationsid__1/inspirationsid-624117154-1284428351.jpg?ym_YGxDDclMUI1AD

Photo credits - PascalSubtil

Cappuccino Strip

Tidak jauh dari pelabuhan Fremantle, ada South Terrace, sebuah jalan yang dipenuhi berbagai kafe, restoran dan pub menyediakan segala jenis makanan dan minuman. Penduduk lokal menyebut tempat ini Cappuccino Strip, meski bukan hanya cappuccino dan itu bukanlah satu-satunya yang bisa Anda temukan di sini. Cappuccino Strip adalah tempat yang tepat untuk menikmati makanan segar dan melihat berbagai festival budaya seperti karnaval South Terrace dan Festival Parade. Daerah ini populer di kalangan orang-orang kreatif, yang sering mengadakan pameran di berbagai lokasi sekitar situ.

Jika Anda ke Sana

Perth mudah diakses dan memiliki cuaca bagus sepanjang tahun. Musim semi mulai pada bulan September, sedangkan pada Desember sampai akhir Februari adalah musim panas, waktu yang tepat untuk ke pantai. Jika ingin merasakan sedikit cuaca dingin, pergilah dari bulan Juni hungga Agustus, tapi perlu diingat pula mungkin hujan akan cukup sering turun.